Community

Anniversary PPSI Ke 4 di Anjungan Kalteng TMII

Jakarta-connect PPSI, atau Paguyuban Purworejo Satu Irama, hari ini merayakan usia ke empat tahunnya. Paguyuban bersahaja yang di gawangi oleh Sarwo Kenari, Mas TW, Rita Mintarti dll ini melangsungkan gawenya yang sekaligus untuk menguatkan rasa persaudaraan dan meneguhkan visi dan tujuan awal nya, untuk apa PPSI ini di buat.

Anjungan Kalimantan Tengah, TMII di Jakarta Timur sebagai tempat acara dari pagi mulai di datangi sedulur-sedulur Purworejo, baik perwakilan Korwil PPSI atau perwakilan dari paguyuban dan komunitas lain.

Tampak dari pantauan awak media pronect, yang datang awal ialah dari Ketua Pakuwojo, H Zaenal Arifin, di ikuti oleh penasehat CPP, H Romadi Abdul Kohar. Tanpa panjang lebar, sembari menunggu sedulur Purworejo, keduanya di dampingi Ketua PPSI, Sarwo Kenari di daulat ke atas panggung.

Dalam pembukaan singkatnya, ketiga putra Purworejo ini sepakat untuk bersama-sama berbuat yang terbaik untuk Purworejo. Melalui bidang apapun dan wadah komunitas apapun. Dan sebentar lagi juga akan ada pesta demokrasi, pemilihan Bupati Purworejo agar di laksanakan sebaik mungkin, dapat sebagai wadah aspirasi masyarakat Purworejo.

Sebagai tambahan, milad PPSI sebelum di adakan di Anjungan Kalteng ini juga sebelumnya di adalan di Pendopo Demangan-Banyuurip, Kaligesing juga. Dan dalam kegiatannya ada yang rutin atau insidental seperti arisan Jabotabek, pembagian sembako dan baksos.

Acara PPSI ini susunan acaranya ialah sambutan dari Ketua PPSI, penasehat, sesepuh Purworejo dan sahabat, hiburan dangdut, pembagian baksos serta istirahat dan makan bersama.

Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu lancarnya aniversary ini. Ucapan terimakasih kepada sahabat dan pengurus serta tokoh dari komunitas lain serta sesepuh Purworejo seperti Pakuwojo, CPP, Astana dan berbagai pihak yang tak bisa di sebut satu persatu.

Selamat untuk anniversary PPSI ke empat. Tetap giat dan rias. Saling asah, asih dan asuh dan menjadi sarana persaudaraan dan berkontribusi positif untuk tanah kelahiran di perantauan. Acara masih berlangsung ketika reportase ini di tulis.(red)