Idea

Antisipasi Covid-19 di Kawasan Gelangprojo

Oleh: Dibyo Sumantri Priambodo

Semboyan “Bersama Kita Lawan Corona” telah menggema di seantero kota dan relung desa.

Berbagai seruan penggunaan masker, “hand sanitizer”, penyemprotan dengan desinfectan, “stayhome”,work from home”, “social distancing”,physical distancing”,slowdown” sampai dengan “lockdown,” telah menggema di penjuru nusantara.

Namun dampak penyebaran virus corona yang lazim disebut Covid-19, seakan tak terbendung. Dari waktu ke waktu korban selalu bertambah.

Langkah antisipatif pemerintah menghadang pandemi Corona, dengan berbagai seruan sekaligus upaya membangun Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet dan Rumah Sakit di Pulau Galang Batam, telah dilaksanakan.

Begitu pula dengan perjuangan kemanusian yang tiada henti dari para dokter dan kalangan medis dalam “berjibaku” menolong sesamanya, sampai dirinya berpisah dengan keluarga. Dan tidak sedikit pula yang terimbas sampai meregang nyawa.

*******

 

Semua itu tentu perlu mendapatkan perhatian, apresiasi dan dukungan seluruh anak bangsa. Seruan Presiden patut ditindak lanjuti oleh pemangku kewenangan di berbagai “sub ordinat”, tata kelola pemerintahan di masing-masing daerah.

Menteri, Gubernur, Bupati sampai dengan tingkat Kepala Desa, Ketua RW dan RT, hendaknya “cancut taliwanda” dan “saiyeg sekapraya” menjabarkannya dalam langkah teknis dan operasional.

Lantas bagaimana sesungguhnya kebijakan yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menjabarkan kebijakan pemerintah pusat?

Apa saja yang patut dilakukan agar seruan presiden bukan hanya berupa “Fatamorgana”, tetapi dapat membumi alias “down to earth” ?

***********

 

Seperti kita ketahui, dalam beberapa hari ke depan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo akan beroperasi secara penuh.

Sudah bisa dibayangkan bahwa arus warga yang memanfaatkan lalulintas darat maupun udara akan menjadi padat. Dan daerah penyangga bandara, yaitu “Gelangprojo” singkatan Magelang, Kulonprogo dan Purworejo, patut mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

Terkait penyebaran Covid-19, antisipasi daerah penyangga bandara YIA sangat strategik, bukan hanya bagi warga melainkan juga para pendatang.

Bertali-temali dengan kesiagaan menghadapi pandemi, pemerintah daerah Purworejo telah berinisiatif menyemprotkan desinfectan sampai ke sudut kota.

Namun langkah proaktif dan positif tersebut bisa dioptimalkan lagi. Sebab menurut berita, tercatat tidak sedikit ODP, PDP dan yang positif mengidap Covid-19.

*********

 

Jika daerah rawan Covid-19 seperti DKI telah diantisipasi dengan keberadaan Rumah Sakit Darurat Khusus Corona. Begitu pula kesiapan rumah sakit di berbagai ibukota provinsi.

Tetapi bagaimanakah sesungguhnya dengan kesiapan Rumah Sakit di tingkat Kabupaten ?

Kesiapan yang dimaksudkan tak cuma ketersediaan dokter dan perawat yang harus “head to head” berhadapan dengan pasien.

Melainkan juga dibutuhkan bangsal maupun ruang yang representatif untuk isolasi, alat pelengkap diri (APD) bagi dokter dan perawat sekaligus juga “preparat” dan obat-obatan yang memadai.

*********

 

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu penyangga bandara YIA lantaran jaraknya yang tidak terlalu jauh. Sepatutnya bisa menginisiasi keberadaan rumah sakit representatif untuk kebutuhan pasien Corona, apabila ruang di RS Citrowardoyo sudah terlalu “crowded”

Sekedar gambaran, selain RSU Citrowardoyo dan beberapa RS Swasta, barangkali bangsal di Rumah Sakit DKT (Dinas Kesehatan Tentara) bisa dilakukan “revitalisasi” bangunan dan prasarananya, sehingga optimal pemanfaatannya.

Lantas bagaimana anggaran untuk revitalisasinya? Pemerintah Daerah tentunya bisa berkordinasi dengan berbagai institusi, seperti dengan pimpinan TNI, BUMN, BUMD.

Atau bisa juga berdasarkan keikhlasan para donatur atau sponsorship, menunjukkan kesetiakawanan sosial, membangun demi keselamatan dan kesehatan anak bangsa.

Purworejo yang dulu terkenal sebagai Kota Pensiunan”, kini telah bermetamorfosis menjadi Kota Pejuang”, lantaran banyak Jenderal, Pejuang dan Pahlawan yang terlahir di sana.

Marilah kita realisasikan slogan atau semboyan “Bersama Kita Melawan Corona”

 

(Dibyo Sumantri Priambodo: Mantan BOD dan BOC di Perusahaan dan Rumah Sakit BUMN)