Idea

Aziz Muhammad: “Ilmuwan Diaspora Indonesia Butuh Satu Kepastian Ketika Balik.”

Oleh: Intan Yunelia

Ilmuwan diaspora Indonesia menyambut positif rencana pemerintah mengundang mereka untuk pulang dan menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Namun, para ilmuwan diaspora ini membutuhkan kepastian jaminan karier sekembalinya ke Tanah Air.

“Banyak diaspora yang ingin kembali juga (ke Indonesia). Permasalahannya bukan digaji, tapi masalah utama di kepastian,” kata Ilmuwan diaspora Indonesia di Jepang, Muhammad Aziz saat berbincang-bincang dengan Medcom.

Associate Profesor di Institute of Industrial Science, The University of Tokyo, Jepang ini menyebutkan, salah satu kendala keengganan mereka pulang karena tidak ada jaminan dari pemerintah. Ia menegaskan, jaminan tidak selalu diartikan dengan nominal gaji.

“Ketika pemerintah bisa memfasilitasi kepastian dengan mekanisme yang jelas dan struktur jelas, akomodatif. Saya kira banyak diaspora yang akan kembali ke Indonesia. Bukan masalah uang hal utama dan jangan menggeser isu itu ke gaji karena kerja di luar pun tidak menjadikan kaya juga,” ujar Aziz.

Penerima penghargaan Tokyo Young Excellent Reseacher 2019 ini menyebutkan, gagasan dari pemerintah untuk mengundang diaspora menjadi dosen di Indonesia sangat bagus untuk direalisasikan. Diaspora menjadi penjembatan antara ilmu pengetahuan yang sudah di terapkan di luar negeri dan membagikan ke mahasiswa Indonesia.

Salah satu keunggulan ilmuwan diaspora, kata Aziz, mereka sudah professional kerja di sana. Bahkan ada dari mereka yang sudah beraktifitas sebagai penanggung jawab tertentu. Seperti Profesor, Asisten Profesor, Ketua Laboratorium dan lain-lain.

“Otomatis mereka mempunyai sebuah nilai yang akan masuk ke dalam dirinya. Itu akan menjadi sebuah kebiaasaan, itu yang menurut saya sangat penting,” tuturnya.

source: medcom.id, Aziz Muhammad