Investasi

Bobobox Investasi Glamping di Area BOB Loano

Glamping atau glamorous camping De Loano yang berlokasi di Desa Sedayu, Kec Loano Kab Purworejo tampaknya sudah dianggap berhasil oleh Kementerian Pariwisata lewat tangan Badan Otorita Borobudur. Destinasi sementara atau ujicobadari BOB yang mempunyai fasilitas amenitas nomadic seperti glamp camp, caravan dan home pod ini akan di buat lebih startegis dan sesuai visi arahan Presiden untuk mempercepat kinerja lima destinasi super prioritas.

Glamping De Loano yang diresmikan oleh Menpar Arif Yahya pada tanggal 14 Februari 2019 ini masuk menjadi program strategis Kemenpar. Pembangunannya seiring dengan emapt destinasi super lainnya seperti Toba, Labuan Bajo, dan Borobudur dan Mandalika.

Lahan yang digunakan area glamping De Loano ialah seluas 1, 3 hektar dari total lahan otoritatif seluas 308 hektare. Dan upaya ini  dianggap sebagai solusi efektif, karena hanya dengan konsep glamping dan fasilitas pendukungnya ini membutuhkan waktu efektif dua tahun, lebih cepat dibanding dengan semisal membangun hotel dan fasilitas berbintang lain yang mencapai waktu rata-rata 10-15 tahun.

Bobobox dan Glamping

Dilansir dari keterangan pers Menpar serta Dirut BOB sewaktu kunjungan nya ke kantor BOB Yogyakarta ( 26/4/2021), segera akan melengkapi dengan fasilitas kereta gantung dan glamping.

MOU sudah dilaksanakan antara BOB dengan  Bobobox untuk membangun glamping yang terpadu dan lebih strategis di Kawasan BOB ini. Bobobox adalah sebuah start up dibidang teknologi dan property yang mutakhir dimana  ujungnya adalah pembuatan atau hadirnya fasilitas pariwisata yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Salah satu produk dari Bobobox seperti Bobocabin, yaitu sebuah akomodasi berkonsep elevated camping, dan racikannya ialah teknologi internet of things dan keindahan alam di suatu obyek. Ada juga Capsule hotel, Boboliving dan beberapa produk unggulan lainnya.

Sebagai info tambahan, Bobobox sebelum menjajaki Kerjasama dengan BOB Borobudur, sebelumnya telah bekerjasama dengan Perhutani dengan membuka glamping Bobocabin di Wanawisata Rancaupas Bandung Selatan dan di Green Grass Cikole-Bandung Utara, masing-masing seluas 1, 26 hektar dan 1 hektar.

Masalah teknis dan bagaimana manajemen lanjutannya masih menjadi rahasia BOB Borobudur dan PT Bobobox Mitra Indonesia sebagai operator sekaligus investornya.

Apapun itu semoga pandemik segera berakhir, dan progres pembangunan di area Borobudur zona otoritatif Loano bisa lancar dan berdampak positif buat masyarakat dan diharapkan pemkab Purworejo juga jemput bola, kreatif serta memaksimalkan perannya agar kondisi ideal yang diharapkan oleh semua pihak lekas terealisasi.

photo source: bobobox adv

About the author

pronect

Add Comment

Click here to post a comment