Idea

“Buang Mental Korupsi & Ekosistem, Ethos di Purworejo Harus Di Benahi !

Oleh: RM. Wahjoe A Setiadi SH. MH – Jakarta Selatan

Kabupaten Purworejo, selalu di hati saya. Walau kurang lebih 30 tahun ini saya sudah mapan, dan merintis karier sebagai Advokat di Jakarta.

Pun, saya tinggal di Jakarta Selatan. Nama saya Wahjoe Setiadi, rumah dan asli saya dari kecil ya di Kota Purworejo, Plaosan. Dekat dengan Pegadaian, dekat dengan Pondok Pesantren, Perhutani Kedu Selatan, patung ikonik WR Supratman dan Sungai Bogowonto.

Sebentar lagi peradaban, era keterbukaan baru akan dimulai. NYIA Jogjakarta Bandara sedang dimulai dan akan kelar beberapa tahun ke depan.

Distribusi penumpang yang diperkirakan beberapa persen dari 15 juta penumpang di NYIA juga akan berdampak ke Bagelen dan sekitar. Di sebelah utara Borobudur juga bergerak, pusat juga dengan domain “menciptakan 5 Bali Baru”. Kabupaten Purworejo kebagian Kawasan Otorita Borobudur di Kec Loano sebagai office nya. Kalau tidak salah seluas 309 Hektar mencakup Kecamatan Bener & Loano.

Sudah tak terkira ada beberapa contoh, ratusan saudara Purworejo, moyang kita yang berhasil dengan posisi Jenderal, Profesor dll. Juga beberapa Paguyuban daerah baik berpusat di Purworejo atau Jakarta yang mengatasnamakan kepentingan untuk sebesar-sebesarnya masyarakat Purworejo. Tapi ini belum maksimal.

Saya ikuti beberapa bulan kemarin, kegiatan silaturahmi dari fasilitasi Prof Dr HR Agus Sartono di Ruang Heritage di Kementerian Koordinator PMK, sudah lumayan bagus. Saya kira itu sudah beberapa bulan dan rutin, ternyata baru pertama kali. Dan yang datang sekitar 60 an.

Pada awalnya saya pikir, ini kurang visi misi nya. Mau di apakan dengan jejaring yang baik, hub-hub yang tercipta dari saling terhubung nya saudara-saudara Purworejo di rantau, terpetakan potensi dan skill dari kita atau pun dengan akses jabatan, posisi yang diharap bisa membantu daerah dengan akses atau jejaring di pusat ini.

Ini adalah pola yang biasa sekali. Ortodoks. Bupati Purworejo harusnya juga sebagai Marketer yang baik. Apalagi saya dengar juga seorang Pengusaha. Bergeraklah dengan hati dan bukan di landasi yang lain.

Jadi Bupati Purworejo itu ya pelayan segenap masyarakat Purworejo baik di kampung atau di seantero Indonesia.
“Kalau menurut pendapat saya Kepala Daerahnya tidak mau bersinergi , dengan orang perantauan. Yang terutama pengusaha, pebisnis putra-putri Purworejo yang ingin bangun Purworejo, Kepala Daerah di Purworejo Korup semua, hanya mementingkan diri sendiri.

Ini kalau secara sarkas, tetapi maksud saya di era keterbukaan informasi seperti ini. Semua data, semua motif dan niat dari pemimpin bisa secara cepat dan luas juga di akses oleh siapapun.

Mulai dari ini proyek mau di buat apa, oleh siapa, berapa anggarannya, siapa yang memegang kebijakan dan anggaran, kualitas? Ini era teknologi informasi yang sebentar lagi bergerak ke era selanjutnya.
Entah apa namanya.

Juga untuk saya mungkin, atau saudara-saudara Purworejo yang “sepuh” di rantau. Kalau namanya pensiunan dan purna, cenderung sibuk mengurus dirinya sendiri. Baik keluarga dan anak cucunya , mereka sudah susah diajak berpikir untuk maju, karena sudah tua saatnya istirahat dengan membanggakan masa lalunya. Raga & fisik juga tidak sesegar saat usia 30,40, 50 an.

Yang mantan Jenderal dan pejabat, mereka hanya wacana saja. Tidak pernah mau eksekusi karena mereka tadinya hanya duduk dapat uang dan setoran uang dari bawah. Kinerja birokrasi ya mungkin. Ini menurut saya.Bisa salah juga. Mohon maaf adanya.

photo:globalnews