Idea

Cari Pemimpin Miliki Naluri “Think Out Of The Box”

Oleh:Dibyo Sumantri Priambodo

Pada lazimnya setiap kampanye “pemilu”, baik di tingkat pusat maupun daerah, setiap kandidat pemimpin tentu telah memasang potret diri beserta atribut, semboyan dan program-program di masa kepemimpinannya.

Perkara program yang disampaikan, atau tepatnya “dijanjikan” dapat terwujud atau tidak, tentu banyak alasan atau argumen yang bisa disampaikan.

Dengan demikian, permasalahan yang sesungguhnya adalah justru terletak pada tingkat kedewasaan pemilih, Way of life dan motivasi warga dalam menetapkan pilihannya.

***********

Bagi suatu wilayah yang relatif adem ayem, aman tenteram dan tanpa perkembangan yang berarti, jelas dibutuhkan sosok pemimpin yang progresif, berani ambil resiko, kolaboratif tetapi tanpa kompromi atas terobosan-terobosan kebijakannya. Apabila telah dikaji secara komprehensif, holistik dan terukur di setiap tindakannya.

Salah satu ciri pemimpin yang inspiratif di era “disruptif” dan “extraordinary” seperti tantangan saat ini adalah sosok pemimpin yang berintegritas, kreatif, kritis, risk taker, bukan “safety player”, serta kaya gagasan baru alias “Think out Of The Box”

Pemimpin yang tangguh menembus sekat-sekat budaya “inlander” di masyarakat maupun kaum birokratisnya, adalah seorang pemimpin yang kuat leadershipnya, sekaligus piawai dalam bidang managerialnya.

**************

Agar tulisan ini tidak kental bernuansa politis, maka sengaja diberikan contoh-contoh yang sederhana tentang ciri seseorang yang memiliki naluri “Think Out of The Box” atau terjemahan sederhananya adalah “berpikir di luar kotak”

Bagi pemimpin generasi “Milenial” yang menjadi penentu kemajuan wilayah, pertumbuhan daerah, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Harus memiliki keberanian untuk mengajukan sekaligus mewujudkan gagasan yang original, unik dan bukan kebijakan yang “biasa-biasa” saja, alias “cemplang”.

Sementara itu, bagi pemimpin dari Generasi “Baby Boomers” yang mungkin mulai sepuh usianya, barangkali lebih bijak jika bisa “open mindness” atau “outward looking”, bijaksana dalam melihat permasalahannya, memiliki kepercayaan diri, sehingga tidak sakit hati jika kebijakannya dikritik atau bahkan dikoreksi generasi yg lebih mumpuni.

**************

Sekedar ilustrasi sosok yang mampu menembus masa depan dengan pemikirannya di banding tradisi pada zamannya, adalah JULES VERNE (1828-1905), berkebangsaan Perancis, dia adalah pengarang novel genre “fiksi ilmiah”, perintis pola pemikiran “Think Out of The Box”

Jules Verne mengajak pembaca tulisan karyanya, khususnya para pemimpin, yang menonton filmnya untuk berpikir “tidak biasa”, “berimajinasi” dan “berinovasi” melompat jauh dari kemampuan berpikir atau kebiasaan masyarakat pada zamannya.

Buku karyanya, “Around The World in 80 Days”, “20.000 Leagues Under The Sea”, serta film antara lain “A Trip To The Moon”, “Journey to The Center Of The Earth”, seolah-olah memancing masyarakat untuk melepaskan “pemikiran terbimbing”, serta ajakan berpikir di luar kotak, “Think out of the box”.

Lantas kapan masyarakat yang akan memilih pimpinannya, dapat menemukan pemimpin yang mampu berpikir seperti itu? Dalam arti mampu menginspirasi dan menggerakkan seluruh potensi masyarakat bersama membangun daerah. Mari kita tunggu tanggal mainnya….

#OmahGagasSeptember2020
#FotoHanyailustrasiPemanisRasa
#DaerahTanpaIndustriAdalahFatamorgana