Idea

Identitas Bagelen Sebagai Kebanggaan Purworejo

Oleh: Angko Setiyarso Widodo ( Ketua DKP)

Ada yang mengistilahkan, gothak-gathuk Purworejo. Yakni,  Purwo: wiwitan, dan rejo: kemakmuran. Jadi Purworejo memang hanya awal dari sebuah kemakmuran?

Apa benar  begitu?

Ibarat pohon, buah dan bunganya ada pada cabang dan rantingnya. Sementara akar hanya menopang dan menguatkan.

Kabupaten Purworejo adalah awal pondasi dalam sebuah karya besar sebuah bangunan besar yang bernama Indonesia.

 

Ada ratusan tokoh dan pahlawan, misal WR Supratman, Kasman Singodimejo, A Yani, Oerip Soemohardjo dll adalah bunga dan buah yang terlahir dicabang dan ranting bukan diakar sebuah pohon. Maaf ini efek dari sesaji kopi pagi.

Kemudian, tugas akar pohon adalah membentuk tunas-tunas baru, kuncup-kuncup baru dan buah-buah baru, yang  nantinya akan dimanfaatkan oleh banyak mahluk alam.

Mulai dari kumbang yang menghisap sari bunga, atau kumbang dan kalong yang ikut makan buahnya. Namun yang paling banyak tetap manusia merasakan manfaatnya.

Lha sialnya, bunga dan buah yang tumbuh dipokok pohon (cepedak, telo misalnya) kita harus rebutan dengan luwak dan celeng. Betul sekali kiranya ungkapan  peribahasa,  buah kalau jatuh tidak jauh dari pohonnya. Maaf kalau yang ini efek dari pitutur orang tua)

Kiprah dari saudara-saudara kita di rantau, dari Bagelen, Muda Ganesha dan semua yang mempunyai kaitan, emosi seperti kawan saya sekelas, Mayjen (Purn) Pratimun, Ketua Muda Ganesha Pak Atmaji dan yang lainnya,adalah sebuah harapan dan doa baik.  Baik besar maupun sekecil apapun yang masyarakat kabupaten Purworejo tunggu dan harapkan.

Bagamana dengan kemudahan-kemudahan,  fasilitas agar beliau-beliau  itu dapat ikut mensejahterakan masyarakat Purworejo?

Kemudahan fasilitas dalam arti luas. Kekuatan lobi, kewibawaan, bargaining, keluasan jaringan pasar dan produksi.

Hingga hal-hal lain yang bersifat non fisik seperti penguatan akar budaya lokal agar diakui secara luas. Seperti yang telah kita mulai saat ini, bersama-sama kekuatan Bagelenan (ini meminjam spirit Kenthol Bagelen).

Guna menuju Purworejo sebagai kebanggaan kita bersama, tanah kelahiran yang berdaya, bukan kita kembali dan tuju menjelang purna atau  pensiun saja. Nuwun.