Idea

Jiworejo Jip: Mimpi Indah Yang Mewujud

Area Borobudur yang di tetapkan sebagai kawasan destinasi super prioritas oleh pemerintah pusat diharapkan akan membuat dampak yang positif dan sebagai pemantik untuk sekitarnya.

Kreatifitas dari warga asli Purworejo pun juga semakin kompetitif. Baik itu telah dilakukan secara sporadis, atau ada juga yang mempunyai ilmu tapi terkendala di regulasi atau ekosistem daerah yang belum terlalu mendukung ataupun juga bisa karena kondisi yang tak terprediksikan seperti wabah korona seperti kita alami bersama di tahun ini.

Salah satu entitas menarik, potensi yang lumayan diperhitungkan dan sebagai elemen penting dalam mensuport, menjadi salah satu varian menarik wisata di area BOB Borobudur dan Kabupaten Purworejo adalah sebut saja Wisata Jip: Jiworejo.

Jiworejo yang terdiri dari puluhan jip ini sudah selangkah maju dan di awal aksi pertamanya ialah menawarkan beberapa paket wisata dengan tarif dan destinasi yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan pengunjung.
Jiworejo pun dengan cantik sudah mampu bergerak fleksibel dan berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk kerjasama dan meraih hasil yang menjadi visi bersama.

Beberapa contoh kegiatan itu ialah seperti dengan Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kab Purworejo, Kopi Seplawan dan banyak pihak lainnya.

Variasi Program dan Empati
Anggit Nugroho  sebagai founder Jiworejo menuturkan sebelum pandemi korona ini memang sudah lama, Jiworejo Jip seperti dituturkan di atas selain selain menawarkan wisata minat khusus dengan mengendarai dan jelajah dengan jip, juga ada paket wisata dan membantu mempromosikannya juga di balut dengan beragam kegiatan sosial.

Kegiatan sosial seperti tanam pohon, gerakan wifi gratis buat pelajar, pungut sampah dan menggalakkan atraksi kebudayaan.

Lantas pemantik apalagi yang kiranya agar entitas kepariwisataan lokal seperti Jiworejo dan banyak lainnya terus bergairah dan meluas dampak positifnya?

Adakah formulasi khusus dari sebuah kebijakan daerah yang cerdas agar akselerasi atau gol bisa di capai dengan cepat?

Bukankah evaluasi bersama-sama wajib hukumnya. Dan korelasi dengan kita wajib mendisrupsi ide pola bisnis, dalam hal ini bisnis bidang pariwisata penting juga agar kita selalu belajar dan mengikuti tren terkini, perkembangan daerah sekitar dan apa yang pusat inginkan dan kita tangkap.

Jiworejo sudah memulai. Tinggal pemangku kebijakan yang mengejar dan memperjuangkan sebuah esensi nya dan menyederhanakan visi besar program kepariwisataan dalam blueprint dan program kerja yang berkelanjutan dan ada target.

Semoga tercapai apa sudah terlihat hasilnya di lima tahun periode pemerintahan ini. Dan tagline nya ialah Romansa Purworejo.

Silakan tebak sendiri.