Idea

Pariwisata, Bandara YIA dan Kepemimpinan Purworejo.

Oleh: Satwika Ganendra*

Presiden Joko Widodo dihadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka beberapa waktu lalu mengetengahkan wacana “Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata.”

Perintah presiden mengenai penataan sistem di sektor pariwisata dan penerbangan jadi momentum untuk konsolidasi dan transformasi antara maskapai penerbangan, pengelola bandara, perhotelan dan pariwisata, serta pernak-perniknya.

Keberadaan Bandara YIA di Temon, Kulonprogo, DIY sesungguhnya jadi “magnet investasi” dan daya tarik tersendiri bagi pengembangan Kabupaten Purworejo.

****

 

Sekilas informasi, bahwa di Perbukitan Menoreh tidak lama lagi akan dibangun “kereta gantung” (aerial trainway) yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata.

Selain itu, di kawasan sekitar bandara akan segera dibangun beberapa hotel berbintang, termasuk “Aerocity” yang keberadaannya sangat didukung Direksi PT Angkasa Pura 1 dan juga oleh Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA, PT Angkasa Pura 1, Agus Pandu Purnama.

Kelengkapan sarana dan prasarana yang segera dibangun di Bandara YIA, sesungguhnya merupakan peluang bagi pembangunan pariwisata dan industrialisasi di wilayah penyangga bandara.

Salah satu potensi yang patut dikembangkan wilayah penyangga bandara, secara optimal berkat adanya bandara YIA, adalah wilayah Kabupaten Purworejo. Konon merupakan wilayah tersohor sejak zaman dulu kala dengan sebutan “Tlatah Bagelen”

*****

 

Tlatah Bagelen bukan cuma memiliki potensi dengan beragam daya tarik wisata alam, melainkan juga wisata budayanya yang adiluhung, sejak zaman kerajaan Mataram sampai sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Lantas bagaimana dengan sumber daya manusianya? Barangkali tak perlu diragukan lagi, jika Purworejo yang dijuluki “Kota Pejuang” itu memiliki segudang pejuang dan pahlawan, semisal pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman.

Kalau ditelisik lebih jauh, dalam daftar “Diaspora Purworejo”, tak terhitung anak cucu berdarah Bagelen yang jadi presiden, jenderal, duta besar, menteri, ibu negara, artis papan atas, birokrat sampai konglomerat yang tinggal di dalam maupun luar negeri.

Sekedar mengingatkan tentang peran strategis bandara YIA terhadap pengembangan industrialisasi dan pariwisata di Kabupaten Purworejo, sesungguhnya ada tokoh-tokoh  yang kini jadi pemangku kewenangan dan begitu peduli dengan perkembangan daerah.

Tercatat antara lain Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, lantas Komisaris PT Angkasa Pura 1, Irfan Wahid yang di kalangan dekat disapa Gus Ipang. Atau Dwi Wahyu Atmaji, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian PAN & RB.

Beberapa perwira berbintang yang berdarah Purwirejo juga mewarnai blantika kehidupan sosial politik. Sebut saja, misalnya Mayor Jenderal TNI (Pur) Imam Edi Mulyono yang segera bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Venezuela, atau Marsekal Paminto yang kini menjabat Wagub AAU. Belum lagi para ilmuwan tersohor, yang bertebaran di seantero perguruan tinggi ternama.

*****

 

Cita-cita  terwujudnya “Supply chain management” alias berjalannya manajemen rantai pasokan seperti diminta Presiden antara maskapai penerbangan dan pariwisata, seyogyanya disambut positif pemerintah daerah Purworejo dibantu para diaspora yang tak hanya berkiprah di nusantara tetapi juga di berbagai negara.

Tata kelola pemerintahan dan pola kepemimpinan daerah, tentunya juga mengadaptasi setiap perubahan dengan fleksibel dan kolaboratif.

Presiden berulangkali mengingatkan bahwa pemimpin di setiap lini harus memiliki “sense of crisis” dan “sense of urgency” dalam kondisi “extraordinary”, di saat ini.

Begitu pula tentunya dengan kepemimpinan di daerah Purworejo. Bukankah sesungguhnya Tlatah Bagelen memiliki sumberdaya alam dan kualitas manusia yang luar biasa?

Tali temali kemanfaatan di fase “New Normal”, antara dunia penerbangan, perkembangan industri dan pariwisata di Kabupaten Purworejo, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, tak mungkin terlepas dari keberadaan Bandara YIA di Temon, Kulonprogo, DIY .

Staf PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.