Idea

Petani Purworejo Perlu Suntikan Teknologi Pertanian & Networking Pemasaran

Oleh: Edy Saptono (Kaltim)

Dulu di desa saya, Wunut, Kecamatan Ngombol, juga  ditanduri atau di tanam semangak  juga lombok. Hanya karena biasa nya petani itu hanya bisanya menanam secara metode yangg turun tumurun, ortodoks dan lebih lagi marketing tidak bisa hanya menunggu para penebas atau yangg kulakan datang tidak disalurkan kemana.

Akibatnya yang harusnya saat kemarau tiba untuk selingan musim itu pada nanam semanga dan lombok bukan untung tapi buntung. Terlihat ijo royo royo tapi petani ngelus dodo.

Nah itu satu gap yang perlu dibantu karena bgtu mereka panen dan tersalurkan tentu saja akan ada tambahan penghasikan sebagai modal  buat menanam padi selanjutnya.

Perputaran roda bisa jadi positif, bukan berputar setengah lingkaran. Dari atas kebawah lalu berhenti lama karena gak ada modal kembali. Itu yang terjadi sih, berdasar pengamatan saya.

Sebenarnya petani kita rajin dan ulet dalam bertahan hidup hanya marketingnya lemah jadi mereka trauma jika menambah jenis tanaman diluar padi. Jadi banyak tanah dibiarkan menganggur salah satu paretonya adalah demikian itu.

Jadi menaikkan pendapatan petani perlu dua upaya pokok :
1. Suntikan teknologi
2. Memperluas networking marketing.

Tani makmur Projo makmur. Semoga harapannya. Bisa satu desa atau pekarangan yang kosong dan sawah dijadikan pilot project, di bina dengan bimbingan teknologi dan di bantu networking pemasarannya. Jika berhasil baru merambah atau desa lain akan mencontoh. Demikian.

About the author

pronect

1 Comment

Click here to post a comment

  • Sepakat dengan ide ini, saya kebetulan asli purworejo dan concern saya saat ini di bidang pertanian hidroponik, cuma kebun saya saat ini ada di Sleman dan Jawa Timur, jika di butuhkan saya siap mensupport baik secara keilmuan dan pengalaman saya bertani sekaligus memasarkan hasil pertanian saya saat ini