Idea

Purworejo Gumregah: Kiprah Diaspora (1)

Oleh: Dibyo Sumantri Priambodo
( Mantan BOD dan BOC di Perusahaan BUMN)

Di sela gemuruhnya berita pilkada di seantero daerah, termasuk pilkada yang terselenggara tidak lama lagi di Kabupaten Purworejo-Jawa Tengah.

Kini seakan ada cahaya yang memancar di ujung sana. Sebuah harapan dan cita-cita memajukan serta mengembangkan kualitas masyarakat di wilayah “Tlatah Bagelen”yang disulut oleh kaum Diaspora Purworejo.

Bermula dari perbincangan ringan di WAG Diaspora, yang digagas anak muda bernama Moch Sidiq, lantas ditimpa celoteh berbagai sudut pandang dari anggota lain, kini perbincangannya mulai mengerucut, ke arah tindakan konkret memajukan daerah Purworejo.

***********

Anggota WAG Diaspora dari berbagai strata sosial dan lintas usia, seakan melengkapi kualitas gagasan-gagasan yang dilahirkan.

Ada Birokrat, Ilmuwan, Militer, Seniman, Wirausahawan dan Generasi Milenial, bersepakat “saiyeg saekapraya” membuka wawasan bersama untuk kemajuan Purworejo.

Akhir September 2020 ini telah diawali sebuah “meeting” perdana Diaspora, yang menghasilkan beberapa butir kesepakatan.
Konon untuk “jangka pendek” akan diinisiasi bantuan konkret dalam perspektif “Man, Method, Money and Material.” Kepada UMKM

Dengan demikian, UMKM bisa tumbuh dan berkembang lewat hasil produk berkualitas dan kompetitif. Termasuk lancar dalam permodalan, produksi serta pemasarannya.

Untuk “jangka menengah”, telah disepakati untuk mengangkat potensi produk andalan Kabupaten Purworejo agar mampu bersaing dengan produk daerah lain.

Dengan meningkatkan citra dari produk andalan daerah Kabupaten Purworejo, para Diaspora berharap terjadi “multiplier effect” di bidang ekonomi dan pariwisata, mengiringi keberadaan Bandara YIA, BOB, akses transportasi “Gelangprojo” maupun “Joglosemar”.

************

Adapun untuk “jangka panjang”, sedang dirumuskan oleh para pakar Diaspora dari berbagai profesi dan kompetensi. Antara lain peningkatan kualitas SDM Purworejo sekaligus sensitivitas di bidang kearifan lokal.

Pembangunan Museum, Sanggar Kesenian, perpustakaan di bidang filsafat, budaya, nilai-nilai sosial, pusat pelatihan dan sarana olah raga, merupakan pendidikan strategik sehingga terbangun masyarakat yang sehat, bermartabat, memiliki kepercayaan diri dan berbudaya luhur.

Last but not least, tanpa mengabaikan aspek mental dan moralitas warga serta tatakelola dan regulasi yang berlaku. Sudah saatnya sebuah daerah memiliki program pengembangan industri yang berwawasan lingkungan.

*************

“Multiplier effect” keberadaan industri yang berskala nasional di Purworejo, akan mampu menekan perpindahan (eksodus) tenaga kerja muda ke kota-kota industri atau kota besar, sehingga Purworejo tidak lagi berkonotasi Kota Pensiunan.

Industrialisasi juga berdampak pembangunan gedung perkantoran, hotel berbintang, kampus perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja, Training Center, Travel Agent, pusat wisata kuliner dsb. Dimana kesemuanya akan bermuara pada terbukanya lowongan kerja berskala besar.

Sudah tentu semua program tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri oleh kaum Diaspora. Akan tetapi perlu bergandeng tangan dengan Pemerintah pusat, pemda, investor DN/LN dan para pakar dari berbagai institusi perguruan tinggi, sehingga tersusun program yg komprehensif, holistik dan terukur.

****************

Nah, seperti lirik lagu dari Yopi Latul dalam LCLR di tahun 86-an” Ayun Langkahmu”, maka langkah pertama sudah diayunkan para Diaspora.

Tentu disadari bahwa program tersebut masih jauh dari sempurna, dan perlu asupan dari berbagai pihak.

Konsep 5W1H patut mendapatkan perhatian semua pihak dalam menyusun program kerja (PDCA), agar tanggung jawab jelas, profesional dan sesuai kompetensinya.

Di tengah hiruk-pikuk ataupun hingar bingar kampanye pilkada dengan segala atribusinya, semoga saja gagasan mulia dan kiprah para Diaspora Purworejo, tetap dapat direalisasikan. Sekaligus ada harapan jadi program kerja pimpinan daerah yang baru….
Semoga.