Community

Tabir Malam FH UII Edisi 1 Di Silol Cafe Yogyakarta

Oleh: Ady P Cesario

# Cara kritisi kebijakan pemerintah ala Mahasiswa Magister Hukum Universitas Islam IndonesiaYogyakarta

Sebagai tempat adanya 100 lebih kampus dan ratusan ribu mahasiwa dari berbagai penjuru negeri. Tentu saja sangat baik untuk tempat tumbuh kembang berbagai “ wahana discuss”, kawah candradimukanya pemikiran, ajang think thank, atau penggodokan dari personal itu untuk menjadi semakin matang ke depannya dan bertambah jaringan tentu saja.


Mensikapi hal ini, Kamis, bertempat di Silol Cafe Yogyakarta, tepat pukul delapan di mulailah agenda pertama dan soft opening terbentuknya ruang diskusi ini sebagai perwujudan iklim sehat para akademisi ( 23/05/18). “Ya kami menyebutnya Tabir Malam, maknanya singkat “Diskusi Kritisi Kebijakan Pemerintah Pada Malam Hari. “ujar bagus mahasiswa Magister Hukum UII Yogyakarta.

Kali ini tema yang akan di angkat ialah soal Reforma Agraria dengan pemantik Muhammad Yunu, mahasiswa paska sarjana hukum UII Yogyakarta, dengan dipandu moderator Ady Putra Cesario dari Kantor Hukum K.A.S & Rekan ).
Dalam diskusi tersebut juga mengundang beberapa orang yang dirasa mampu memberikan sumbangsih pemikiran atas problem ini, antara lain advokat, akademisi, mahasiswa, LBH dan serta para aktivis. Dan dihadiri pula Imamah UII Yogyakarta ( Ikatan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Islam Indonesia ).

“Konflik agraria di Indonesia sudah masuk pada taraf kritis, maka dari itu kami berusaha membangun pemahaman dan kesadaran kita soal kepentingan agraria di Indonesia dianntaranya, mengenai kebijakan dan peraturan agraria di Indonesia, mengenai kepemilikan agar tidak di salah gunakan oleh para pemangku kepentingan dan lain–lain guna mewujudkan land reform yang di cita–citakan.” ujar Ady Cesario “moderator” pada opening diskusi.

“Pekerjaan rumah bagi kami para anak bangsa untuk menjadikan negara kita negara yang benar-benar mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan bukan sebaliknya, karena agenda pembaruan agraria adalah agenda yang besar dan berat serta rumit maka smua pihak, para intelektual, birokrat, legislatif, aktivis LSM dituntut untuk memiliki dasar pengetahuan ilmiah yang memadai, tanpa ini, yang terjadi adalah kesimpangsiuran, dan terbangunnya kesadaran masyarakat, tanpa kesadaran masyarakat pelaksanaan pembaruan dapat menimbulkan gejolak.” ujar Yunus”.

Aulia D Shafira, SH selaku sekretaris Imamah UII menyimpulkan bahwasanya, bukan UU pokok agraria yang bermasalah tapi cara pelaksanaannya UU agraria apakah sudah sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 dan yang cakupannya berasaskan Pancasila, dan yang kurang bagus juga apakah sudah sesuai dengan undang-undang yang berhubungan dengan agraria, baik yang berhubungan dengan ekonomi contohnya undang-undang penanaman modal dimana pasal-pasalnyanya banyak bertentangan dengan uu pokok agrarian.

Maka dari itu kami berharap iklim akademisi pada ruang lingkup tersebut dapat menjadi “check and balance” terhadap kebijakan–kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Kedepan Tabir Malam akan mengadakan diskusi kedua dan seterusnya dengan mengundang pakar-pakar dalam bidangnya dengan harapan terwujudnya pemerintahan yang sehat.